Tuesday, November 3, 2009

Rangkuman Kuliah umum (28/09/2010)

Website terdiri dari berbagai jenis sesuai tujuannya, di antaranya yaitu :
  • Blog, web yang berisi artikel-artikel yang berkaitan dengan hal apa saja.
  • Shopping/E-commerce berisi penjualan produk-produk serta fasilitas transaksi
  • Company profile berisi profile-profile perusahaan yang dapat kita lihat dan akses secara public
  • Photo, berisi fasilitas untuk upload foto dan sharing, misalnya photobucket.com
  • News, berisi informasi yang sedang aktual dan berita-berita tentang peristiwa yang sedang terjadi.
Unsur-unsur  dari suatu website :

1. Content / isi. Isi suatu web dapat berbagai macam tergantung pada tujuan web tersebut dibuat.
2. Presentation/format; tampilan layout merupakan suatu hal yang penting dalam suatu website. Dimana tampilan yang baik dan canggih lebih memberi kenyamanan user dalam mengaksesnya.
3. How to accomplish /implementasi :
  1. Technical Requirements (storage, bandwidth/ data transfer, DB ,dll)
  2. Programming & system / CMS  (Joomla,Mambo,wordpress,Magento,dll)
  3. Maintenance
  4. Marketing/promotion
Dalam suatu web juga terdapat programmingnya, yaitu
-          Berbasiskan Linux/UNIX terdiri dari Php & Mysql, Perl/CGI, Ruby on  Rails
-          Berbasiskan Windows terdiri dari ASP/NET
-          Java, dll
How to setup the website :
-          cari website yang capable
-          cari domain name yang sesuai (kurang lebih 100 ribu/tahun untuk .com /net/org/biz/info). Nama yang dipilih alangkah baiknya singkat, mudah di ingat, tak ad symbol.
-          Setup hosting account
  • Email
  • DNS/nameserver
  • Membuat data base
  • CMS
Domain merupakan nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di internet. Nama Domain memberikan kemudahkan pengguna di internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingan harus mengenal deretan nomor atau yang dikenal IP.
Perbedaan Subdomain, Addon Domain, dan Park Domain
Subdomain adalah bagian dari domain utama dan bisa dibuat sebebas mungkin tanpa perlu membeli lagi domain.
Subomain sering digunakan untuk membedakan fungsi atau bagian dari web. Kita ambil contoh saja dari web tokokomputer.com. tokokomputer.com adalah nama domain dan memiliki beberapa subdomain:
  • blog. tokokomputer.com, blog adalah subdomain yang gunakan untuk sebagai web blog tokokomputer.com.
  • secure. tokokomputer.com, secure merupakah bagian dari domain tokokomputer.com dimana akses ke sana telah diberikan fitur secure (SSL) dan digunakan untuk member area.
  • faq. tokokomputer.com, digunakan untuk Frequent Ask Question.
Addon domain adalah domain yang ditambahkan ke hosting domain utama dan diarahkan ke sub-direktori sebuah website sehingga domain tersebut akan menampilkan isi web dari sub-direktori itu.
Addon domain digunakan kalau ingin menampilkan beberapa web dalam satu hosting.  Dengan fitur ini anda hanya perlu membeli nama domain lagi dan ditambahkan ke hosting anda dan anda akan mempunyai 2 web yang aktif dengan isi berbeda.
Parked domain adalah domain yang diparkirkan ke atas domain utama sehingga pada saat domain tersebut diakses akan menampilkan web domain utama.
Test Development
  1. Setup LAMP (Linier apache MySQLphp) di desktop PC kita
  2. Download Joomla di joomla.org
  3. Setup Database pada PhpMyAdmin
  4. Setup joomla (http://localhost/joomla)
  5. Import DB (database)
Hosting terdiri dari dua jenis yaitu :
-          Shared hosting, dipakai banyak costumer. Kelemahannya mudah di hack
-          Dedicated hosting, lebih private , untuk sendiri/pribadi (usaha skala besar)
READMORE »»

Tuesday, September 29, 2009

Membuat efek marquee pada text

Istilah Marquee sudah tidak asing lagi bagi para blogger dan saya sebelumnya juga masih belum begitu mengenalnya, namun mungkin bagi pemula yang baru mendengar kata marquue ini, tentunya ingin mengetahui bagaimana fungsi marquee didalam blog.

Pertanyaan, apa itu Marquee? singkatnya adalah teks atau gambar-gambar yang berjalan atau dapat bergerak secara horizontal dari kiri kekanan, kanan ke kiri,atau secara vertikal dari bawah ke atas/bolak balik, bahkan teks yang dapat berkedip-kedip.

Marquue merupakan program dalam bentuk HTML yang dapat di gunakan untuk lebih menghemat space posting di blog,juga dapat digunakan untuk memasukan link-link ke dalam Widget atau posting Anda.Program Marquee dinamis dan terlihat menarik untuk dilihat bagi pengunjung

1. Teks bergerak dari kanan kekiri

<marquee>Teks Anda Diletakan disini</marquee>

Teks Anda Diletakan disini

2. Teks bergerak dari kanan kekiri dan bila mouse diarahkan ke teks berhenti

<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>

Teks Anda Diletakan Disini

3. Teks bergerak dari kiri kekanan

<marquee direction="right">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>


Teks Anda Diletakan Disini

4. Teks bergerak bolak balik

<marquee behavior="alternate">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>

Teks Anda Diletakan Disini

5. Teks bergerak bolak balik dengan sangat agresif

<marquee behavior="alternate" scrollamount="18">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>


Teks Anda Diletakan Disini

6. Teks bergerak bolak balik, bila mouse diarahkan ke teks berhenti


<marquee behavior="alternate" onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>

Teks Anda Diletakan Disini

7. Teks bergerak dari bawah keatas

<marquee direction="up">Teks Anda Diletakan Disini</marquee>

Teks Anda Diletakan Disini

8. Teks bergerak berkedip-kedip

<blink>Teks Yang Akan Dibuat Berkedip-kedip</blink>

Teks Yang Akan Dibuat Berkedip-kedip

selamat mencoba,,,..
READMORE »»

cara membuat READMORE otomatis

Berikut trik blogger membuat otomatis readmore dalam postingan :
  • Login ke account blogger kamu.
  • Pilih Tata Letak --> Edit HTML --> centang "Expand Template Widget".
  • Cari Kode kode dan Copy-Paste (copas) kode berikut di atasnya. 
<script type='text/javascript'>
var thumbnail_mode = "float" ;
summary_noimg = 450;
summary_img = 450;
img_thumb_height = 120;
img_thumb_width = 120;
</script>

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
/******************************************
Auto-readmore link script, version 2.0 (for blogspot)
(C)2008 by Anhvo
visit http://en.vietwebguide.com to get more cool hacks
********************************************/
function removeHtmlTag(strx,chop){
if(strx.indexOf("<")!=-1)
{
var s = strx.split("<");
for(var i=0;i<s.length;i++){
if(s[i].indexOf(">")!=-1){
s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
}
}
strx = s.join("");
}
chop = (chop < strx.length-1) ? chop : strx.length-2;
while(strx.charAt(chop-1)!=' ' && strx.indexOf(' ',chop)!=-1) chop++;
strx = strx.substring(0,chop-1);
return strx+'...';
}

function createSummaryAndThumb(pID){
var div = document.getElementById(pID);
var imgtag = "";
var img = div.getElementsByTagName("img");
var summ = summary_noimg;
if(img.length>=1) {
imgtag = '<span style="float:left; padding:0px 10px 5px 0px;"><img src="'+img[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></span>';
summ = summary_img;
}

var summary = imgtag + '<div>' + removeHtmlTag(div.innerHTML,summ) + '</div>';
div.innerHTML = summary;
}
//]]>
</script>

Tips : Kalau susah mencarinya, coba tekan tombol F3 di keyboard. Maka akan muncul menu toolbar pencarian di bawah browser (Firefox), sehingga kamu tinggal memasukkan kata yang ingin dicari.

Catatan :
  1. Kode var thumbnail_mode = "float" ; diartikan bahwa readmore kamu akan diatur disebelah kiri, kalau kamu ingin tanpa pengaturan float silakan ganti dengan "no-float".
  2. Kode summary_noimg = 450; berguna untuk mengatur jumlah karakter yang ditampilkan tanpa image (gambar).
  3. Kode summary_img = 450; berguna untuk mengatur jumlah karakter yang ditampilkan dengan image (gambar).
  4. Kode img_thumb_height = 120; berguna untuk mengatur tinggi image (gambar) yang akan ditampilkan.
  5. Kode img_thumb_width = 120; berguna untuk mengatur lebar image (gambar) yang akan ditampilkan.
  • Cari kembali kode seperti di bawah ini.
 <data:post.body/>

atau

<p><data:post.body/></p>
  • Kalau sudah ketemu, ganti kode tersebut dengan kode berikut.
<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<div expr:id='"summary" + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb("summary<data:post.id/>");</script>
<span class='rmlink' style='float:left'><a expr:href='data:post.url'>Readmore »» <data:post.title/></a></span>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'><data:post.body/></b:if>

Catatan :
  1. Ganti kode yang berwarna merah dengan letak readmore yang kamu inginkan left (kiri) atau right (kanan).
  2. Kalau perlu ganti Readmore dengan kata favorit kamu.
  3. Hapus kode <data:post.title/>, jika kamu tidak menginginkan readmore diikuti dengan judul posting.
  • Jangan lupa disimpan.

Selamat membuat otomatis readmore...
READMORE »»

Friday, September 25, 2009

Avatar Movie review


Released date : 18 December 2009 (USA)
The storys protagonist, Jake Sully (Sam Worthington), is a former Marine who was wounded and paralyzed from the waist down in combat on Earth. Jake is selected to participate in the Avatar program, which will enable him to walk. Jake travels to Pandora, a lush jungle-covered extraterrestrial moon filled with incredible life forms, some beautiful, many terrifying. Pandora is also home to the Navi, a sentient humanoid race that are more physically capable than humans, although considered primitive. Standing three meters tall, with tails and sparkling blue skin, the Navi live in harmony with their unspoiled world. As humans encroach deeper into Pandora's forests in search of valuable minerals, the Navi unleash their formidable warrior abilities to defend their threatened existence. Jake has unwittingly been recruited to become part of this encroachment. Since humans are unable to breathe the air on Pandora, they have created genetically-bred human-Navi hybrids known as Avatars. The Avatars are living, breathing bodies that are controlled by a human "driver" through a technology that links the driver's mind to their Avatar body. On Pandora, through his Avatar body, Jake can be whole once again. Sent deep into Pandora's jungles as a scout for the soldiers that will follow, Jake encounters many of Pandora's beauties and dangers. There he meets a young Navi female, Neytiri, whose beauty is only matched by her ferocity in battle. Over time, Jake integrates himself into Neytiri's clan, and begins to fall in love with her. As a result, Jake finds himself caught between the military-industrial forces of Earth, and the Navi, forcing him to choose sides in an epic battle that will decide the fate of an entire world. [D-Man2010]

Avatar is set during the 22nd century on a small moon called Pandora, which orbits a gas giant, and is inhabited by the tribal Na'vi, ten foot blue humanoids that are peaceful unless attacked. Humans cannot breathe Pandoran air, so they genetically engineer human/Na'vi hybrids known as Avatars that can be controlled via a mental link. A paralyzed Marine named Jake Sully (Sam Worthington) volunteers to exist as an Avatar on Pandora, falling in love with a Na'vi princess and becoming caught up in the conflict between her people and the human military that is consuming their world.

 source : http://www.imdb.com/title/tt0499549/

 Here the AVATAR trailer movie :

READMORE »»

CSS Selector

Pada artikel sebelumnya tentang CSS Syntax disebutkan bahwa salah satu bagian CSS adalah selector. Pada CSS, terdapat 3 macam selector, yaitu ID, class, dan tag HTML.
Selector ID diawali dengan tanda #, selector class diawali dengan tanda . (dot), sedangkan selector tag HTML tidak memerlukan tanda awalan apapun. Cukup dengan mengetikkan langsung nama tag HTMLnya. Pada tutorial ini akan dijelaskan semua hal yang berhubungan dengan CSS Selector.

Selector Class

Sebuah selector class dapat digunakan pada lebih dari satu tag HTML. Masukkan style CSS dalam selector class jika terdapat 2 atau lebih elemen/tag HTML yang bisa memiliki style yang sama dalam satu halaman.
Contoh kode selector class:


.post{
background-color:#cdcdcd;
}

Kode HTML untuk menggunakan selector class:

<div class="post"> ... teks ... </div>

Class .post bisa digunakan lebih dari 1 kali pada sebuah halaman. Contoh nyatanya adalah blog-blog yang dibuat dengan Wordpress (baik wordpress.com ataupun wordpress.org).

Selector ID

Kebalikan dari selector class, selector ID hanya boleh digunakan sekali pada satu halaman.
Contoh kode selector ID:

#header{
background-color:silver;
padding:5px;
}
Kode HTML untuk menggunakan selector ID:

<div id="header"> google.com </div>
Selector ID digunakan hanya untuk 1 elemen pada satu halaman web. Misalnya saja ID #header diatas hanya digunakan sekali karena dalam satu halaman web hanya ada 1 header.
Jika Anda seorang programmer, ID dalam HTML ibaratnya sebuah variabel dalam sebuah pemrograman. Jika dalam pemrograman tidak boleh ada 2 variabel yang memiliki nama yang sama dalam suatu blok kode, begitu juga dengan HTML yang tidak boleh ada elemen yang memiliki nama ID yang sama pada satu halaman web.

Selector HTML

Berbeda dengan selector ID dan selector class, selector HTML akan mempengaruhi tag HTML yang diberi style. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kodenya:


p {font-family: Arial;font-size:10pt;}
Kode diatas akan membuat semua tag
(paragraf) agar ditampilkan menggunakan font Arial dengan ukuran 10pt (point). Jadi tidak perlu menambahkan atribut id="nama_id" ataupun atribut class ="nama_class" karena browser secara otomatis akan mencari tag yang akan diberi style.

Bermain dengan selector

Masih ada banyak cara untuk memanfaatkan selector pada CSS. Coba lihat beberapa contoh berikut:

#header p {
font-family:Georgia;
}
h1.title {
font-size:large;
}
Pada contoh pertama bisa berarti bahwa style tersebut akan berlaku pada semua tag
yang ada didalam ID #header. Contoh kode HTMLnya:

<div id="header"><p>teks teks</p></div>

Sedangkan pada contoh kedua style akan berlaku pada semua tag h1 yang memiliki class title. Contoh kode HTMLnya:


<h1 class="title">Judul title</h1>

Selector lainnya

Sedikit melangkah ke tingkat lanjut, selain 3 selector utama diatas (yang lebih umum dipakai) masih terdapat beberapa macam selector, yaitu:

Selector universal

Universal selector yang dimaksud disini adalah selector yang menggunakan tanda *. Contoh kode CSS:

* {
line-height:1.5em;
}
blockquote{
font-family:Verdana;
}
blockquote * {
font-family:"Times New Roman";
}
Tanda * (asterisk) mengacu pada semua element. Jadi, pada blok kode yang pertama bisa berarti bahwa “spasi antar baris pada semua elemen akan berukuran 1.5em“.
Pada style yang kedua, potongan kode ini bisa berarti “semua teks didalam blockquote akan ditampilkan dengan font Verdana“. Sedangkan pada style yang ketiga, tanda * berada setelah selector HTML blockquote. Potongan kode ini bisa berarti “semua teks pada elemen yang berada didalam blockquote akan ditampilkan dengan font Times New Roman“. Untuk lebih jelas, berikut contoh penggunaan dalam kode HTML:


<blockquote>Halo dunia <span>Ketikkan
sebuah kode</span> halo dunia lagi.</blockquote>
Sesuai dengan kode HTML diatas, teks yang berada didalam tag akan ditampilkan menggunakan font Times New Roman, sedangkan sisanya ditampilkan menggunakan font Verdana.

Selector atribut

Selector atribut memungkinkan kita untuk mengaplikasikan sebuah style pada elemen HTML tertentu dengan atribut tertentu.
Sebagai contoh, sebuah style hanya untuk diaplikasikan pada tag hyperlink (<a>) yang memiliki atribut href, jadi tag hyperlink yang tidak memiliki atribut href tidak akan mengikuti style yang sudah ditentukan. Contoh kodenya :

a[href] {
color:green;
}
a[name] {
color:red;
}
Berikut contoh dalam kode HTML:

<a href=http://agus-mediashow.com/halamancontoh.html>Halaman contoh</a>
<a name="bab2">Bab 2</a>

Pada contoh tag hyperlink yang pertama, teks akan berwarna hijau, mengikuti style a[href]. Sedangkan pada tag hyperlink yang kedua, teks akan berwarna merah, mengikuti style a[name].
Selector atribut dengan pencocokan nilai atribut
Selain itu, dengan selector atribut juga dimungkinkan untuk mengaplikasikan style pada suatu elemen HTML dengan nilai atribut tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kode CSS:


a[href="http://google.com"] {
color:yellow;
}
Dan contoh kode HTML:

<a href=http://majalahweb.com>Warna kuning</a> <a href=http://yahoo.com>Entah warna apa</a>

Hasilnya adalah hanya hyperlink yang menuju ke majalahweb.com saja yang akan memiliki teks berwarna kuning.
Selector atribut dengan mencocokkan sebagian nilai atribut
Mengaplikasikan style CSS ke elemen HTML juga bisa dilakukan dengan melakukan pencocokan sebagian nilai dari atribut. Untuk lebih jelasnya, berikut kode CSSnya:

span[class~="error"] {background-color:red;}

Style CSS diatas akan diaplikasikan pada elemen span yang nama classnya memiliki kata error. Misalnya :<span class="error login"> .. teks .. </span>, atau <span class="error register"> .. teks .. </span>..

Selector pseudo-element

Selector pseudo-element digunakan untuk menambahkan efek tertentu pada sebuah selector. Jika Anda bingung dengan istilah pseudo-element, jangan terlalu dipikirkan. Untuk sekarang terima dulu kata pseudo-element sebagai sebuah istilah dalam CSS. Syntax dari penggunaan pseudo-element adalah sebagai berikut:

selector:nama_pseudo-element {property:value;}

Atau bisa juga dengan manambahkan nama class setelah nama selector, menjadi:

selector.class:nama_pseudo-element {property:value;}
 
Berikut adalah beberapa nama pseudo-element:


  • :first-line. Memberikan style tertentu pada baris pertama dalam sebuah teks.
  • :first-letter. Memberikan style tertentu pada huruf pertama pada sebuah teks.
  • :before. Menambahkan sebuah content sebelum nama elemen yang dijadikan selector.
  • :after. Menambahkan sebuah content sesudah nama elemen yang dijadikan selector.

Pseudo-element :before dan :after tidak bekerja pada browser Internet Explorer (sewaktu tutorial ini dicoba menggunakan Internet Explorer 6 ). Berikut contoh style CSS yang menggunakan pseudo-element:

p:first-line{
    text-transform:uppercase;
}
 
Kode HTML:
<p>Ini adalah elemen paragraf yang menggunakan pseudo-element.</p>

Pada contoh diatas, browser akan menampilkan baris pertama dengan huruf besar. Jika ukuran browser Anda lebar dan menampilkan semua teks dalam satu baris, maka semua teks akan ditampilkan huruf besar. Untuk melihat efek dari style CSS diatas, coba resize ukuran browser menjadi lebih sempit sehingga teks pada paragraf tersebut dipisah menjadi 2 baris.
Beberapa yang perlu diingat, pseudo-element :first-line hanya bisa diaplikasikan pada element yang bersifat block-level. Pada tutorial berikutnya akan saya jelaskan apa itu block-level element. Beberapa properties yang bisa diaplikasikan pada pseudo-element :first-line adalah sebagai berikut: font, color, background, word-spacing, letter-spacing, text-decoration, vertical-align, text-transform, line-height, clear.
Contoh berikutnya adalah pseudo-element menggunakan :first-letter:

p:first-letter{
    font-size:16pt;
}

Style CSS diatas akan menampilkan huruf pertama dari sebuah paragraf dengan ukuran 16 point.


div.feed:before{
    content:url(feed-icon.png);
}
div.feed:after{
    content:url(feed-icon.png);
}

Style diatas akan diaplikasikan pada kode HTML seperti dibawah ini:
<div class=”feed”>Berlangganan feed</div>


Hasilnya adalah sebuah teks “Berlangganan feed” dimana sebelum (:before) dan sesudah (:after) teks tersebut akan ditambahkan gambar feed-icon.png. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, :before dan :after tidak akan bekerja pada browser Internet Explorer (saat dicoba versi 6).
Sumber penjelasan tentang pseudo-element:

Selector pseudo-class

Syntax dari pseudo-class sama dengan syntax pseudo-element, yaitu:

selector:nama_pseudo-class {property:value;}

Atau bisa juga:

selector.class:nama_pseudo-class {property:value;}

Berikut beberapa nama-nama pseudo-class:
  • :link. Memberikan style pada link yang belum dikunjungi.
  • :visited. Memberikan style pada link yang telah dikunjungi.
  • :hover. Memberikan style pada elemen yang disorot oleh pointer/mouse.
  • :active. Memberikan style pada elemen yang berada pada keadaan diaktifkan.
  • :focus. Memberikan style pada elemen ketika elemen tersebut menerima focus.
  • :first-child. Memberikan style pada elemen anak pertama pada dari elemen lainnya.
  • :lang. Menentukan bahasa yang digunakan pada elemen tersebut.

Bermain dengan link
Dengan pseudo-class :link, :visited, :hover, dan :active, kita bisa menambahkan efek pada sebuah link. Misalkan ada sebuah kode CSS seperti berikut:

a:link{
    color:orange;
}
a:visited{
    font-style:italic;
}
a:hover{
    font-weight:bold;
}
a:active{
    color:blue;
}

Style diatas akan diaplikasikan pada sebuah link dengan kode HTML sebagai berikut:


<a href="http://www.google.com">Google</a>


Maka, link tersebut secara default akan memiliki warna oranye, saat di-hover (disorot dengan pointer/mouse) font akan ditampilkan menjadi cetak tebal, saat di-klik sekilas akan berubah menjadi warna biru, dan setelah link tersebut dikunjungi akan berubah warnanya menjadi warna merah.

pseudo-class lainnya

Contoh kode CSS:

span:first-child{font-weight:bold;}
 
Contoh kode HTML:

<body><span>Teks pertama</span><span>Teks kedua</span></body>


Pada contoh diatas, kata “Teks pertama” akan dicetak tebal sesuai dengan style yang sudah dibuat. Sedangkan kata “Teks kedua” tidak akan dicetak tebal karena tidak cocok dengan selector yang telah didefinisikan, dimana selector hanya mengaplikasikan style pada elemen span pertama pada sebuah elemen (dalam hal ini elemen body).
Contoh kedua penggunakan pseudo-class :first-child. Berikut contoh kode CSS:

p > span:first-child{
    font-style:italic;
}
Contoh kode HTML:

<p><span>Teks pertama</span><span>Teks kedua</span></p>

Pada contoh diatas, Teks pertama akan diberi style karena sesuai dengan selector yang sudah ditentukan. Dimana pada style CSS, selector yang diberi style adalah “elemen span pertama didalam elemen p (paragraf)“. Tanda > (kurang dari) berarti elemen berikutnya adalah elemen didalamnya.

Selector child

Yang dimaksud dengan selector child disini mengacu pada elemen anak. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh kodenya:
div>p {
    ... kode css ...
}
Kode CSS diatas akan berlaku pada elemen HTML seperti berikut:



<div><p>teks dalam paragraf</p><span>teks dalam span</span></div>

Contoh kedua:
div ol>li p {
    ... kode css ...
}
Kode CSS diatas akan berlaku pada elemen HTML seperti berikut:




<div><ol><li><p>teks dalam paragraf dan dalam list item</p></li><li>teks dalam list item</li></ol></div>


Selector sibling

Yang dimaksud selector sibling disini adalah elemen yang berada setelah elemen saat ini dan berada pada level yang sama.
Contoh sibling:

<div><h1></h1><h2></h2></div>>

h2 adalah sibling dari h1 karena h2 berada setelah (disebelah kanan) h1. Dimana h1 dan h2 berada pada level yang sama. Maksud dari level yang sama adalah h1 dan h2 memiliki elemen induk yang sama (div).
Contoh penggunaan dalam CSS:
h1 + h2 { ... kode css ..}

Meningkatkan pengetahuan tentang CSS

Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang CSS adalah dengan melihat bagaimana orang lain (yang lebih berpengalaman tentunya) menyusun kode CSS mereka. Saran saya, jika Anda serius mempelajari CSS dan kebetulan menggunakan browser Firefox, maka segera install add-on Web Developer. Karena dengan tambahan add-on Web Developer maka Anda bisa melihat kode CSS suatu halaman dengan hanya menekan klik kanan Web Developer > CSS > View CSS (CTRL+SHIFT+C). Tentunya tidak hanya dilihat, tapi juga kode CSS tersebut dipelajari.



source :
  • www.w3schools.com
  • www.majalahweb.com









READMORE »»

Thursday, September 24, 2009

CSS Syntax

Syntax bisa diartikan sebagai bentuk kode. Jadi Syntax CSS bisa berarti bentuk kode CSS. Kode CSS berbeda dengan kode HTML. Kode CSS tidaklah sulit.
Kode CSS hanya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu selector, property, dan value.

selector {property : value;}
 
Selector adalah elemen HTML yang akan diberikan style. Property adalah atribut dari suatu elemen HTML yang ingin anda tentukan stylenya, sedangkan Value adalah nilai dari atribut tersebut. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut contoh kodenya:


body { background-color:#cccccc; font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma; }


Kode CSS diatas bisa berarti elemen body (tag ) akan ditampilkan dengan warna background abu-abu (#cccccc adalah kode warna untuk abu-abu), dan pada perintah berikutnya kita menentukan agar elemen body menggunakan font Calibri. Jika font Calibri tidak ada pada komputer user, maka gunakan font Verdana, begitu seterusnya. Penulisan font Calibri menggunakan petik dua adalah karena font Calibri bukan merupakan font standart dalam CSS. Font yang tidak standart dalam CSS sebaiknya diberi tanda petik dua. Font yang namanya terdiri lebih dari satu kata juga harus diberikan tanda petik, misal “Times New Roman”.

Inheritance/Pewarisan

Maksud dari Interitance pada CSS adalah begitu kita memberikan style pada elemen body, maka elemen yang didalamnya akan mengikuti style dari elemen body kecuali elemen tersebut diberi style tertentu.
Misalnya saja ada file html seperti berikut :

body {
    background-color:#cccccc;
    font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
     } 
 
Kode CSS diatas bisa berarti elemen body (tag <body>) akan ditampilkan dengan warna background abu-abu (#cccccc adalah kode warna untuk abu-abu), dan pada perintah berikutnya kita menentukan agar elemen body menggunakan font Calibri. Jika font Calibri tidak ada pada komputer user, maka gunakan font Verdana, begitu seterusnya. Penulisan font Calibri menggunakan petik dua adalah karena font Calibri bukan merupakan font standart dalam CSS. Font yang tidak standart dalam CSS sebaiknya diberi tanda petik dua. Font yang namanya terdiri lebih dari satu kata juga harus diberikan tanda petik, misal “Times New Roman”.

Inheritance/Pewarisan

Maksud dari Interitance pada CSS adalah begitu kita memberikan style pada elemen body, maka elemen yang didalamnya akan mengikuti style dari elemen body kecuali elemen tersebut diberi style tertentu.
Misalnya saja ada file html seperti berikut :

<html>
<head>
<title>Latihan syntax CSS</title>
<style type="text/css">
body {
background-color:#cccccc;
font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
}
</style><head>
<body>
<h1>Halo apa kabar</h1>
<p>paragraf halo apa kabar</p>
</body>
</html>

Dari contoh kode diatas, kita memberikan style pada elemen body (tag <body>). Dengan begini, maka tag-tag HTML yang ada diantara <body> dan </body> (tag <h1> dan tag <p>) akan mengikuti style <body>, yaitu memiliki warna latar abu-abu dan menggunakan font Calibri. Agar heading (tag <h1>) memiliki style yang berbeda, misalnya saja heading menggunakan font Times New Roman, maka harus dibuatkan style lagi khusus untuk heading. Berikut contoh kodenya:

<html>
<head>
<title>Latihan syntax CSS</title>
<style type="text/css">
body {
background-color:#cccccc;
font-family: "Calibri", Verdana, Tahoma;
}
h1 {
font-family: "Times New Roman";
}
</style><head>
<body>
<h1>Halo apa kabar</h1>
<p>paragraf halo apa kabar</p>
</body>
</html>

Pada contoh diatas, ditambahkan style baru untuk elemen heading 1. Dengan begini, heading akan memiliki font Times New Roman, tidak lagi mengikuti style dari elemen induxnya (body).

Walaupun begitu, ada beberapa property pada CSS yang tidak akan di-warisi oleh elemen didalamnya, misalnya saja property margin seperti pada kode dibawah:

body {margin:20px}

Misalnya kita menambahkan property margin pada style body, maka heading 1 dan paragraf tidak akan memiliki margin sebanyak 20px, hanya elemen body saja.
Kombinasi Selector

Untuk menghindari pengetikan ulang style CSS, elemen HTML yang memiliki style yang sama bisa menggunakan selector yang sama dengan cara menambahkan nama elemen dan dipisahkan dengan tanda koma, contoh :

h1, h2, h3, h4, h5, h6 {
color: #009900;
font-family: Georgia, sans-serif;
}

Pada contoh diatas, heading 1, heading 2, sampai heading 6 diset menggunakan style yang sama.
Memberikan Komentar pada CSS

Untuk memberikan komentar pada kode CSS, dimulai dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */. Contohnya saja:

/* Ini adalah komentar */

Komentar pada CSS tidak akan diproses oleh browser. Komentar berguna untuk mengetikkan sesuatu pada file CSS tapi Anda tidak ingin teks tersebut diproses.

source :
  •  www.w3schools.com
  •  www.majalahweb.com
READMORE »»
 

Back to top